Jalan Tol Bali Mandara

Jalan Tol Bali Mandara | Pembangunan Tol Atas Laut Pertama di Bali

Tol Bali Mandara adalah satu-satunya tol yang dibangun di Bali.  Jalan Tol Bali Mandara ini merupakan jalan tol yang unik karena dibangun di atas laut, pembangunan jalan tol di atas laut ini tidak hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda empat seperti tol-tol pada umumnya jalan tol ini juga diperuntukkan untuk sepeda motor. Masing-masing jenis kendaraan dikenakan tarif yang berbeda-beda.

Sejarah Pembangunan Jalan Tol Bali Mandara

Jalan Tol Bali Mandara memiliki sejarah yang cukup panjang. Jalan tol yang memukau ini merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas laut. Panjang dari jalan tol ini adalah 12,7 km yang menghubungkan 3 area penting yang ada di Pulau Bali, ketiga area tersebut adalah Ngurah Rai Tuban, Nusa Dua, dan Benoa.

Ketiga daerah tersebut merupakan daerah yang paling diminati di Pulau Bali. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi ketiga destinasi tersebut ketika sedang menghabiskan liburan di Pulau Bali. Jika anda ingin menghemat pengeluaran anda saat di bali sewa motor di bandara bali menyediakan jasa rental motor dengan harga murah namun tidak murahan.

Tol di Bali Mandara

Sejarah pembangunan jalan tol Bali Mandara ini sangatlah panjang, pembangunan tol di atas laut tentu menimbulkan perdebatan yang panjang. Apakah pembangunan tol aman dilakukan ataukah tidak, hal tersebut terus menjadi perbincangan yang panjang. Pada awal perencanaannya, jalan tol ini sebenarnya tidak akan dibangun di atas laut.

Tradisi Masyarakat Bali

Wasta Gunadi selaku Kepala Humas dari PT Jasa Marga mengungkapkan bahwa tradisi masyarakatBali tidak memperbolehkan adanya bangunan yang dibangun lebih tinggi daripada Pura yang ada di sekitarnya. Padahal, di sekitar lokasi tol yang akan dibangun terdapat Pura-pura yang cukup banyak. Bagaimana mungkin jalan tol akan dibangun?Karena masyarakat Bali tidak mengizinkan ada jalan tol yang membentang melebihi ketinggian Pura, maka tol tersebut kemudian direncanakan untuk dibangun membentang di atas laut. Begitulah sedikit cerita tentang pembangunan  Jalan Tol Bali Mandara yang dibangun di atas laut.

Upacara Melasti
Tradisi Masyarakat Bali Kelaut Melaksanakan Upacara Melasti

Pembangunan tol di atas laut ini diprakarsai oleh Beliau Bapak Sumaryanto yang merupakan Deputi BUMN. Pembangunan tol yang dilakukan oleh PT Jasa Marga memang sengaja dilakukan melibatkan Pemerintah Daerah Bali . Dengan demikian, pembangunan tol bisa dilakukan dengan lebih cepat dan lancar.

Sebelum dibangun Tol di atas laut ini, volume kendaraan di wilayah Bali Selatan memang selalu meningkat. Terlebih lagi ketika musim liburan datang. Turis lokal dan turis mancanegara banyak yang berdatangan ke Pulau Bali. Jadilah Bali Selatan semakin macet karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang.

Banyaknya kendaraan yang berlalu lalang kemudian membuat jalan By Pass itu tidak bisa menampung kendaraan. Oleh karena itu, dibuatlah tol yang menghubungkan ketiga daerah tersebut. Jalan tol yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai, Kawasan Nusa Dua, dan Pelabuhan Benoa itu kini membuat kemacetan di wilayah Bali Selatan menjadi menurun.

Tol Bali Mandara

Proyek yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga  bekerjasama dengan BUMN dan Pemerintah Daerah Bali ini rampung dengan hasil yang sangat  memuaskan. Tidak seperti di Jakarta yang memiliki banyak jalan tol, Tol Bali Mandara merupakan proyek jalan pertama di Pulau Bali yang dibangun di atas laut di teluk Benoa yang ditargetkan untuk bisa rampungkan pada bulan april tahun 2013. Kemudian, tol tersebut nantinya akan dioperasikan pada bulan mei 2013.

Peresmian Tol Bali

Jalan Tol Bali Mandara yang dibangun pada tahun 2012 ini memiliki 3 titik gerbang utama, setiap gerbang akan membawa Anda menuju destinasi yang berbeda-beda. Berikut ketiga gerbang Tol Bali Mandara :

1. Gerbang Tol Nusa Dua

Gerbang Tol Nusa Dua memiliki panjang 1,5 km, anda bisa melewati gerbang tol Nusa Dua untuk menuju Nusa Dua dan Jimbaran. Pada saat musim liburan, jalan Tol ini pun selalu ramai dengan lalu lalang kendaraan pribadi, bus, bahkan truk-truk.

2. Gerbang Tol Benoa

Gerbang Tol Benoa sepangjan 7,7 km akan membawa Anda menuju Pelabuhan Benoa, Denpasar, dan Sanur. Tanjung Benoa dan Sanur menawarkan pesona Bali yang tiada tara. Kebanyakan yang melewati jalan tol ini adalah para wisatawan yang hendak menikmati indahnya laut Sanur dan Benoa.

Gerbang Tol Benoa
Suasana Saat Memasukin Gebang Tol Benoa

3. Gerbang Tol Ngurah Rai

Gerbang tol Ngurah Rai memiliki panjang 5,8 km digunakan untuk menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan Kuta. Kuta sendiri menjadi salah satu wilayah yang paling banyak dikunjungi di Pulau Bali sehingga jangan heran jika jalan tol ini selalu padat dengan kendaraan di musim liburan.

Jalan Tol  pertama yang dibangun di Provinsi Bali ini telah diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 September 2013 silam. Pada waktu pengesahan jalan tol, KTT APEC di Bali juga melalui jalan tol ini. Dengan kata lain, jalan tol ini pernah dilalui oleh beberapa pemimpin negara di Dunia.

Fakta Menarik Jalan Tol Bali Mandara

Jalan tol yang dibangun di atas laut ini bisa dikatakan unik karena membentang di atas laut dan satu-satunya tol di Indonesia yang bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Jalur sepeda motor yang melaju di atas tol ini adalah di sisi kanan dan kiri jalan. Panjang jalan tol yang mencapai 12,7 km hampir sama dengan panjang Penang Bridge di Malaysia serta Union Bridge yang berada di Kanada.

Berbicara tentang Jalan Tol Bali Mandara ini, berikut beberapa keunikan yang menyertainya.

1. 100% Made in Indonesia

Jalan tol terapung yang berada di Pulau Dewata ini dibuat oleh Indonesia dengan konstruksi  dibuat oleh BUMN dan BUMD Bali. Tol terapung ini dibuat dengan menghabiskan dana 2,4 triliun rupiah, selain dibiayai oleh BUMN dan BUMD, tol ini juga dibiayai oleh Jasa Marga dan tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN sama sekali.

2. Nama Awalnya Tol Atas Laut Bali

Dulunya, tol ini dikenal orang Bali sebagai tol atas laut Bali banyak orang yang menyebutnya sebagai jalan Tol Nusa Dua, Jalan Tol Ngurah Rai, ataupun Jalan Tol Benoa. Nyatanya, tol ini memang menghubungkan ketiga daerah tersebut. Kemudian, Gubernur Bali Made Mangku Pastika pun mengusulkan nama Bali Mandara  kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Hingga sekarang dikenal dengan nama Tol Bali Mandara.

3. Ada Jalur Sepeda Motornya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Tol Bali Mandara adalah satu-satunya tol yang bisa dilalui oleh sepeda motor. Memang benar, tol ini memiliki jalur khusus sepeda motor di sisi kanan dan kiri bahu jalan. Pengguna sepeda motor dikenakan tarif sebesar 4 ribu rupiah, pengguna sepeda motor juga tidak boleh melampaui batas kecepatan yang ditetapkan yaitu dengan kecepatan maksimal yang ditetapkan adalah 60 km/ jam.

Jalur Sepeda Motor
Jalur Sepeda Motor Tol Bali Mandara

4. Pembuatannya Cepat

Jalan tol sepanjang itu rupanya dibangun dalam waktu yang relatif cepat, mulai dekonstruksi pada bulan maret 2012 akhirnya rampung dikerjakan pada bulan mei 2013. Pengerjaan tidak menghabiskan banyak lahan karena sebagian dilakukan di atas laut. Hanya saja, beberapa mangrove harus tergerus karena masa konstruks, namun setelah konstruksi selesai mangrove pun ditanam kembali.

5. Ada CCTV nya

Tol yang dibangun di atas laut tentu saja sangat riskan dengan kecepatan angin. Maka di setiap gerbang tol dipasang alat pengukur angin. Jika angin berhembus melebihi 40 km/ jam, maka jalan tol akan ditutup demi keselamatan pengguna jalan tidak hanya itu, CCTV pun siap diaktifkan selama 24 jam nonstop untuk mengantisipasi kendaraan yang mogok di jalan.

Tarif Tol Bali

Apakah anda ingin melewati jalan tol terapung yang unik ini? Lalu, berapakah tarif Tol Bali Mandara 2019? berikut tarif tol Bali Mandara terlengkap.

Tarif Tol Bali Mandara 2019

1. Golongan I

Untuk tarif golongan satu seperti sedan, jip, dan pick up dikenakan tarif 11.500 ribu rupiah

2. Golongan II

Golongan dua adalah truk dengan dua gandar. Untuk golongan ini dikenakan tarif 17.500 ribu rupiah

3. Golongan III

Untuk golongan 3 adalah jenis kendaraan truk 3 ganda. Golongan ini dikenakan tarif 23.500 ribu rupiah

4. Golongan IV

Untuk golongan 4 seperi truk 4 gandar dikenakan tarif sebesar 29.000 ribu rupiah

5. Golongan V

Golongan 5 adalah truk 5 gandar dan dikenakan tarif 35.000 ribu rupiah

6. Golongan VI

Golongan 6 adalah kendaraan roda dua atau sepeda motor dikenakan tarif sebesar 4.500 ribu rupiah

Tarif Masuk Motor

Itulah tarif Tol Bali Mandara 2019 terbaru dan terupdate, banggalah menjadi rakyat Indonesia yang ternyata memiliki Tol Bali Mandara yang megah dan mengesankan.

Baca juga:

 

 

1/5 (1 Review)

Tinggalkan jejak disini gan...