Upacara Peresmian Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai | Lengkapi Kenyamanan Berwisata

Berbicara tentang pulau Dewata Bali memang tidak ada habisnya. Pulau yang dikenal sebagai salah satu pulau terbaik di dunia ini memiliki sejuta pesona yang patut dibanggakan. Banyaknya wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke bali, membuat berbagai jenis transportasi di sediakan guna mendukung kelancaran bewisata di bali salah satunya rental motor di bandara bali. Dengan perkembangan wisata bali yang sangat pesat  membuat pembangunan infrastruktur Bali selalu berkembang dari hari ke hari. Bukti dari pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang adalah pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai.

Underpass dibangun untuk mengurangi kemacetan yang selalu terjadi di Simpang Bundaran Tugu Ngurah Rai. Volume kendaraan dari hari ke hari semakin meningkat dengan pesat. Pembangunan jalan ini ditargetkan agar rampung pada bulan September 2018 lalu untuk mendukung Gelaran Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group 2018.

Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai

Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang berada di Denpasar Bali telah direncanakan sejak 2017. Rencananya, Peresmian underpass  nantinya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersamaan dengan peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana pada bulan April 2018 lalu.

Pembangunan Underpass dilakukan dengan sangat hati-hati. Dalam pembangunannya, konstruktor tidak menggunakan peralatan berat yang terlalu tinggi. Penggunaan alat berat yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan membuat pesawat yang hendak terbang atau pun hendak mendarat di bandara ngurah rai menjadi terhambat.

Proyek telah direncanakan pada tahun 2017, tepatnya pada bulan September. Pada waktu itu, kontrak pekerjaan telah ditandatangani. Proyek Underpass direncanakan akan menghabiskan dana sebesar 168 milyar rupiah, dengan panjang direncanakan mencapai 712 meter,  lebar 17 meter, dan tinggi 5,2 meter.

Proyek Underpass Ngurah Rai

Proses pengerjaan Proyek Underpass ini dilakukan dalam tiga bundaran yang berbeda. Tiga zona yang digunakan tersebut adalah pada sisi tengah bundaran, pada sisi selatan bundaran, dan pada utara bundaran. Pekerjaan yang akan dilakukan pertama adalah pada zona bagian dalam bundaran dan bagian selatan bundaran. Setelah selesai, pekerjaan akan diteruskan untuk membangun zona ketiga yaitu pada tahun 2018.

Proses pembangunan dilakukan dengan metode yang sama ketika membangun Underpass Dewa Ruci yang berada di Kuta. Struktur dinding yang digunakan dalam pembuatan proyek ini adalah menggunakan metode Secant Pile. Metode Secant Pile adalah metode penanaman dinding untuk menahan tanah agar tetap stabil.

Patung I Gusti Ngurah Rai
Patung I Gusti Ngurah Rai

Posisi patung Ngurah Rai nantinya akan tetap ditempatkan pada posisi yang semula alias tidak dipindahkkan. Perbedaan pembangunan Dewa Ruci dan Pembangunan Underpass Ngurah Rai hanyalah berbeda pada bagian waktu pembangunan. Underpass Dewa Ruci menghabiskan waktu satu setengah tahun dan pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai direncanakan akan menghabiskan waktu 1 tahun saja.

Pemicu Dibangunnya Underpass 

Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai bukan karena tanpa alasan, simpang tugu tersebut merupakan akses pertemuan antara Tol Bali Mandara, Bandara Ngurah Rai, dan jalan menuju kawasan Nusa Dua dan sekitarnya. Simpang jalan ini juga menjadi akses utama untuk menuju bandara internasional Ngurah Rai. Jadi, pembangunan Simpang Ngurah Rai ini memang dirasa sangat penting.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai diharapkan akan mengurangi kemacetan lalu lintas di area Simpang Tugu Ngurah Rai sekaligus dapat menjadi pendukung pariwisata di Bali. Dengan adanya terowongan atau Underpass ini dipastikan akan membuat lalu lintas menjadi semakin lancar.

Kemacetan Bypass Ngurah Rai
Kemacetan Bypass Ngurah Rai Sebelum Adanya Underpass

Pembangunan yang dilakukan dengan dana yang cukup fantastis ini adalah sebuah jawaban dari kebutuhan transportasi yang ada di Bali. Bali merupakan salah satu pulau yang memiliki pariwisata yang indah sebagian besar penduduk bergantung pada sektor pariwisata. Indahnya pariwisata di Bali juga membuat Pulau ini kerap menjadi tuan rumah untuk berbagai acara dengan taraf Internasional.

Jadi, sudah seharusnya pemerintah memberikan dukungan infrastruktur yang memadai untuk pulau Bali dengan dorongan dari pemerintah pusat guna meningkatkan layanan publik, maka Underpass  ini akhirnya bisa dibangun dengan lancar.

Peresmian underpass  yang direncanakan akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ini akhirnya telah resmi dibuka, proses peresmian dari terowongan yang dilakukan oleh 3 kontraktor ternama ini akhirnya bisa dinikmati oleh seluruh pengguna jalan, 3 kontraktor yang berjasa dalam pembangunan jalan ini adalah PT Adhi Karya, Wira KSO, dan Nindya Karya

Pembangunan Underpass Ngurah Rai

Bagi pengendara kendaraan yang ingin menuju Nusa Dua atau Jimbaran Denpasar akan dialihkan untuk menggunakan jalur Bypass menuju Jalur Tol Bali Mandara pada masa pembangunan jalan ini. Untuk Rute menuju Denpasar menuju Bandara Ngurah Rai pun kemudian dialihkan melalui Tol Pesanggaran menggunakan jalur kanan.

Peresmian Underpass Ngurah Rai

Peresmian Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai membuat semua pengendara jalan akhirnya bernapas lega tanpa mengalami kemacetan. Bali yang notabene mengcover 40 persen lebih turis dari Indonesia memang dinyatakan sebagai destinasi turis terbesar di Indonesia.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai
Upacara Peresmian Underpass

Tidak hanya itu saja, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali selalu meningkat di saat liburan. Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai adalah salah satu bagian dari arahan Presiden atau Pemerintah dalam menata dan mengelola Bali agar menjadi lebih baik. Bagaimana pun juga, wisatawan mancanegara banyak yang datang ke Indonesia karena memang sengaja ingin mengunjungi Pulau Dewata ini.

Kini, Jalan yang dibangun di atas tanah ini telah bisa dilalui  setelah proses peresmian selesai. Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dengan arsitektur khas Bali ini sebelumnya , juga telah melalui uji coba dari Kepolisian Kota Denpasar pada bulan september 2018 sebelum diresmikan.

 

 

5/5 (1 Review)

Tinggalkan jejak disini gan...