Bandara Ngurah Rai Bali

Bandara Ngurah Rai Bali | Sejarah Berdirinya Bandara Internasional di Bali

Sejarah Berdirinya Bandara Ngurah Rai Bali

Bandara Ngurah Rai Bali adalah bandara yang terkemuka di Indonesia. Mengapa? Hal ini dikarenakan bandara yang satu ini berada di kawasan destinasi paling diminati di Indonesia dan bahkan selurush dunia karna adat dan budayanya, dengan menyandang nama sebagai destinasi wisata sudah barang tentu banyak destinasi wisata yang bisa di kunjungi dengan sewa motor di bandara bali sebagai salah satu transportasi menuju tempat wisata. Lokasi dari Bandara ini berada di daerah Tuban, Bali Selatan. Kini, Bandara Ngurah Rai telah resmi menjadi Bandara Internasional Indonesia. Sejak menjadi bandara Internasional, penampakan Bandara ini pun banyak mengalami perubahan menjadi lebih mengesankan.

Menurut berita yang beredar, Bandara Ngurah Rai Bali menjadi bandara paling sibuk nomor 3 di Indonesia setelah Bandara Internasional Djuanda Surabaya dan Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Sejarah Bandara Ngurah Rai Bali pun cukup panjang. Bandara ini dibangun pada tahun 1930 oleh Department Voor Verkeer En Waterstaats yang kalau di Indonesia semacam Departeman Pekerjaan Umum.

Sejarah Bali Airport Ngurah Rai 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bandara Internasional ini, mari simak sejarah Bandara Ngurah Rai terlebih dahulu. Nama Bandara Ngurah Rai sendiri diambil dari seorang pahlawan yang bernama Gusti Ngurah Rai. Gusti Ngurah Rai adalah pahlawan Indonesia yang berasal dari Bali.

Bandara Ngurah Rai memiliki landas pacu sepanjang 700 m. Landas pacu tersebut terbuat dari rumput tengah ladang dan pekuburan desa yang berada di daerah Tuban, Bali Selatan. Masyarakat setempat sendiri lebih mengenal bandara ini dengan nama Pelabuhan Udara Tuban. Bandara ini pun telah dilengkapi dengan alat telegraph dan KNILM pada tahun 1935.

Tuban Airport - Bandara Ngurah Rai Bali | Sejarah Berdirinya Bandara Internasional di Bali

Pada tahun 1942, bandara ini dibom oleh tentara Jepang dan dikuasai oleh pemerintah Jepang. Akhirnya, bandara ini pun digunakan sebagai tempat untuk mendaratkan pesawat tempur milik mereka. Perjalanan 5 tahun yang panjang pun mulai dilakukan sehingga bandara ini banyak sekali mengalami perubahan.

Perubahan juga terjadi pada landas pacu yang semula memiliki ukuran 700 meter kemudian diubah menjadi 1200 meter. Selanjutnya, dibangunlah gedung terminal serta menara pengawas yang terbuat dari kayu pada tahun 1949. Gedung tersebut digunakan sebagai komunikasi untuk melakukan penerbangan dengan menggunakan peralatan transceiver kode morse.

Bandara Ngurah Rai pun terus menerus dibangun oleh pemerintah Indonesia guna menunjang dan meningkatkan pariwisata di Bali. Landasan pacu yang semula 1200 meter pun diperluas menjadi 2700 meter. Proyek pembangunan bandara terjadi mulai dari 1963 hingga tahun 1969 dan memberikan perubahan yang begitu besar pada pelabuhan udara tersebut. Pembangunan yang dilakukan secara terus menerus juga bertujuan untuk membuat bandar udara Ngurah Rai menjadi Bandar Udara Internasional

Pemerintah Indonesia melakukan peresmian penerbangan internasional di Pelabuhan Udara Tuban atau yang sekarang dikenal sebagai Bandara Ngurah Rai pada tanggal 10 Agustus 1966. Pembangunan bandar udara ini diselesaikan dengan baik dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu yaitu Presiden Soeharto. Peresmian dilangsungkan pada tanggal 1 Agustus tahun 1969.

Bandar Udara Ngurah Rai

Tahap Pengembangan Fasilitas Bandara Ngurah Rai Bali

Fasilitas-fasilitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai terus ditingkatkan untuk menghadapi lonjakan penumpang dari Bandara Internasional ini. Gedung untuk terminal lama kemudian dialih fungsikan sebagai terminal domestik. Kemudian, terminal domestik yang lama pun dijadikan sebagai gedung kargo, usaha katering, serta gedung serbaguna. Pengembangan fasilitas yang terdapat dalam bandara ini pun dilakukan selama beberapa tahap.

  1. Tahapan I

Proyek Pengembangan Fasilitas Bandara dan Keselamatan Penerbangan tahap I dilakukan pada tahun 1990 hingga tahun 1992. Pembangunan tahap I ini dilakukan dengan memperluas terminal yang dilengkapi dengan garbarata dan perpanjangan landas pacu mencapai 3000 meter. Tidak hanya itu saja, terdapat relokasi taxiway, renovasi dan perluasan gedung terminal, pengembangan gedung kargo, dan beberapa pengembangan fasilitas lainnya.

  1. Tahapan II

Tahap II dilakukan dari tahun 1998 hingga tahun 2000. Pada tahapan ini, dilakukan perluasan lahan hingga 12 Ha dengan memanfaatkan lahan hutan bakau untuk fasilitas keselamatan penerbangan. Pengembangan pada tahapan yang kedua tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

  1. Tahapan III

Tahapan III dilakukan dengan melakukan pengembangan pada bagian gedung terminal, gedung parkir, serta pengembangan bagian Apron. Luas terminal dikembangkan hingga mencapai ukuran 12.000 meter yang kemudian akan dijadikan sebagai terminal internasional nantinya. Sedangkan existing terminal internasional kemudian digunakan untuk menjadi terminal penerbangan domestik. Dengan kondisi pengembangan fasilitas bandara dan keselamatan penerbangan di Bali Airport Ngurah Rai tahap terakhir, maka Bandara Ngurah Rai pun mampu menampung penumpang hingga 25 juta .

Proyek-Bandara-Ngurah-Rai

Sejarah Angkasa Pura

Berbicara tentang Bandara Ngurah Rai , maka hal ini akan berkaitan dengan Angkasa Pura yang merupakan perusahaan pemberi layanan lalu lintas udara dan bisnis bandar udara di Indonesia. Sejarah Angkasa Pura dimulai pada tahun 1964 yang merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara.

Perusahaan ini memiliki kantor pusat di kota Baru Bandar Kemayoran Jakarta. PT Angkasa  Pura hingga sekarang telah mengoperasionalkan 13 bandar udara dengan 5 anak perusahaan yang berada di dalamnya. Ke 13 Bandara yang dioperasionalkan oleh PT Angkasa Pura adalah sebagai berikut.

  1. Bandar Udara Internasional Ngurah Rai
  2. Bandar Udara Adi Sumarmo
  3. Bandar Udara Internasional Adisutjipto
  4. Bandar Udara Internasional Achmad Yani
  5. Bandar Udara Internasional El Tari
  6. Bandar Udara Frans Kaisiepo
  7. Bandar Udara Sultan Hasanudin
  8. Bandar Udara Internasional Juanda
  9. Bandar Udara Internasional Lombok
  10. Bandar Udara Pattimura
  11. Bandar udara Internasional Sam Ratulangi
  12. Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman
  13. Bandar Udara Syamsudin Noor

Sejarah Angkasa Pura yang memegang peranan penting dalam berdirinya Bandara Ngurah Rai diharapkan akan selalu berjalan hingga kapanpun.

Baca Juga :

 

4.5/5 (2 Reviews)

Tinggalkan jejak disini gan...